Peduli Dunia Pendidikan, Muhammad Farid Rintis Dirikan Sekolah Dibayar dengan Sayur Mayur

0 0

Wecome Corner Prophets di Situs Kami!

Read Time:3 Minute, 6 Second

BANYUWANGI – Di tengah mendesaknya tuntutan ekonomi yang menjadi tantangan masyarakat saat ini, nampaknya masih ada sejumlah pihak yang rela mendedikasikan dirinya untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan tanah air. Peduli Dunia Pendidikan, Muhammad Farid Rintis Dirikan Sekolah Dibayar dengan Sayur Mayur

Seperti yang dilakukan Muhamed Farid, pemuda asal Banyuwangi mendirikan sekolah alam yang sebagian besar siswanya berasal dari keluarga tidak mampu. Siswa bisa membiayai sekolah dengan menggunakan sayur mayur atau bahkan gratis.

Dalam perjalanan panjangnya, ia berhasil membangun tidak hanya sekolah, namun sekolah kehidupan bagi anak-anak kurang mampu. Ini adalah kisah inspiratif yang mengajarkan kita bahwa setiap perubahan dimulai dari tindakan, semangat, dan keyakinan sejati.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses terhadap pendidikan, Muhamed Farid, seorang pendidik visioner dan penerima Indonesia One Award 2010, mengemukakan ide uniknya. Konsepnya, sekolah menerima uang sekolah berupa sayur mayur dan doa.

Usianya masih muda, 34 tahun. Namun pada tahun 2005 ia mampu mendirikan sekolah dasar dan menengah di bawah Yayasan Sekolah Islam Banyuwangi di atas lahan seluas 3000 meter persegi. 70 siswa belajar di sana.

Muhammad Farid adalah kepala sekolah SMA Alam. Pengelolaan sekolah dasar tersebut ia serahkan kepada temannya, Sujanto. Sekolah ini unik, tidak ada ruang kelas dan bank. Yuk scroll terus artikel lengkapnya di bawah ini. 6 Cara Ajukan Gugatan Cerai, Syarat Serta Biaya yang Perlu Disiapkan

Farid hanya membangun satu aula, musala kecil, dan sanggar. Selebihnya adalah gubuk kayu sederhana. Siswa bebas belajar dimana saja.

Hanya ada satu seragam untuk hari Senin dan Selasa. Pakaian lainnya gratis. Siswa tidak perlu memakai sepatu jika tidak mempunyai sepatu.

Kebanyakan siswa berasal dari keluarga miskin, sehingga mereka bisa membiayai sekolah dengan sayur-sayuran. Jika perlu, Anda bisa bersekolah secara gratis.

Anda dapat mengeluh tentang kualitasnya. Dengan perpaduan kurikulum modern dan pesantren Salafiyyah, santri dapat menguasai bahasa Arab dan hafal Al-Qur’an, Inggris, Jepang, dan Mandarin. Bahasa Inggris adalah bahasa pengantar di sekolah.

Seminggu sekali mereka mengadakan kegiatan di luar lingkungan sekolah.

“Untuk membangun karakter kepemimpinan”, kata Farid.

Ia mendirikan sekolah dengan kurikulum yang kreatif karena muak dengan metode yang ketinggalan jaman di sekolah umum.

Gunung Lemongan terletak di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Tidak kurang dari 6.000 hektare hutan lindung di sini berada dalam kondisi kritis, kering, dan gersang. Aliran mata air di sembilan danau mengalami penurunan yang antara lain menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang di Jember pada tahun 2006.

Kampung Berseri Astra & Desa Sejahtera Astra Kampung Berseri Astra merupakan program pengembangan masyarakat berbasis komunitas yang mengintegrasikan 4 pilar program kontribusi sosial berkelanjutan Astra yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup dan kewirausahaan pada masyarakat desa.

Melalui program Kampung Berseri Astra, masyarakat dan Astra dapat saling bahu membahu mewujudkan kawasan yang bersih, sehat, cerdas dan produktif guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Kampung Berseri Astra.

Pengembangan KCA selanjutnya adalah Kampung Sejahtera Astra (DSA) yang merupakan program kontribusi sosial Astra dalam bidang kewirausahaan berbasis wilayah.

Program ini bekerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, startup dan komunitas desa dalam pengembangan perekonomian pedesaan berbasis potensi dan produk unggulan desa.

Dalam program DSA terdapat pendampingan bagi masyarakat desa, mulai dari pelatihan, penguatan kelembagaan, bantuan infrastruktur, hingga kemudahan akses permodalan dan pemasaran produk. Peduli Dunia Pendidikan, Muhammad Farid Rintis Dirikan Sekolah Dibayar dengan Sayur Mayur

SATU Indonesia Spirit of Astra Integrated for (SATU) Indonesia Awards merupakan wujud apresiasi Astra terhadap generasi muda baik individu maupun kelompok yang telah merintis dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitar.

Penghargaan tersebut pada bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan Hidup, Kewirausahaan dan Teknologi, serta kategori kelompok yang mewakili kelima bidang tersebut.

Melalui program ini, Astra juga mendorong generasi muda yang terlibat dalam SATU Awards Indonesia untuk berkolaborasi dengan program unggulan KBA dan DSA.

Diharapkan mereka dapat memberikan dampak positif yang lebih besar dan kontribusi jangka panjang terhadap upaya pembangunan di wilayahnya. Pimpinan UKM Puji Anies dalam Debat Capres: Cerdas, Masyarakat Akan Pilih Amin Dalam Debat Terakhir Pilpres, Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan menyinggung soal guru, pendidikan, dan bansos. Corner Prophets 5 Februari 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %