Kisah Siswi SMKN yang Harus Mencari Nafkah Dan Merawat 2 Pamannya yang Lumpuh

0 0

Sugeng rawuh Corner Prophets di Website Kami!

Read Time:3 Minute, 36 Second

Purvorejo – Seorang siswa SMK kelas 12 berjuang mencari nafkah dengan berjualan dan merawat kedua pamannya yang lumpuh. Kisah ini pun menjadi viral di media sosial. Kisah Siswi SMKN yang Harus Mencari Nafkah Dan Merawat 2 Pamannya yang Lumpuh

Hal itu menyentuh hati Polsek Purvarejo yang mendatangi kediaman seorang siswa SMK pada Jumat, 24 November 2023 pagi. Polsek Purvorejo bersama pegawai mengunjungi tempat-tempat yang membutuhkan program berkah bagi warga Purvorejo mulai Jumat. Membagikan.

Polsek Purvorejo yang dipimpin Kapolres AKBP Ako Sunario, S.I.K., M.K.P yang diwakili Wakapolres Fadli SH, SIK, MH mendatangi rumah siswa SMKN 8 yang viral di media sosial. Kedua pamannya berjuang untuk bersekolah, menjual dan merawatnya.

“Polsek Purvorejo bersama-sama mendatangi Desa Tegalkuning untuk menjenguk pihak keluarga yaitu adik kami Salsabilla putri Olia SMKN 8 yang kemarin viral karena situasi dan kondisi keluarganya,” jelas Kapolsek Banyurip AKP Benny. Yayasan Korindo Beri Beasiswa ke 5 Universitas Unggulan

“Langkah selanjutnya pihak Polsek Purvorejo dan pihak pemerintah desa tentunya akan bekerjasama untuk putri Salsila ini, karena dia sudah duduk di bangku kelas 12 SMKN 8, tentunya kedepannya kami akan membantunya untuk mendapatkan pekerjaan tetap. Pemberhentian,” tambahnya.

Sudiyem, nenek putri Salsila, Olia, mengaku senang dijenguk Polsek Purvorejo. “Saya senang sekali bapak-bapak bisa berkunjung ke rumah saya. Saya harap semuanya dalam keadaan baik-baik saja dan semoga sukses,” kata Sudiyem.

“Saya juga sangat senang cucu saya tertolong, katanya tidak mau pindah kalau sudah selesai sekolah, dia ingin membantu saya (nenek) merawat pamannya yang sakit. Saya sangat bersyukur untuk itu. Am.Polsek Purvorejo membantu segala kebutuhan saya, jelas Sudiyem.

Putrinya telah mencari nafkah sehari-hari sejak kecil

Wajah manis putri Salsabila, Oliya, selalu ceria. Putri, panggilan akrabnya sehari-hari, warga Dusun Krajan, Desa Tegalkuning, RT 02 RW 4, Kecamatan Banyurip, Kabupaten Purvorejo. Seolah beban hidup tak pernah bisa ditanggung. Gadis berusia 17 tahun ini sejak kecil harus menjadi tulang punggung dan mengurus keluarganya.

Bersama neneknya, Sudiyem (69 tahun) yang akrab disapa Mamak harus bekerja keras menafkahi keluarganya. Di saat remaja lainnya sedang bersenang-senang, nongkrong di kafe atau sekedar menghabiskan waktu bersama teman-temannya, sang putri harus merawat kedua pamannya yang menderita distonia.

Setiap pagi sebelum berangkat sekolah di SMKN 8 Desa Purworejo Desa Bajangrejo, Kecamatan Banyurip, Kabupaten Purworejo, Negara Jawa Tengah, harus bangun pagi untuk memasak dan menyiapkan kebutuhan keluarga. Siswa perancang busana kelas 12 ini tinggal bersama neneknya dan dua pamannya yang sakit (satu pamannya lumpuh total dan satu lagi lumpuh dan masih bisa berjalan namun memerlukan dukungan).

Meski situasinya sulit, putrinya tidak pernah mengeluh. Bahkan ia dikenal sangat ceria dan mengikuti banyak kegiatan di sekolahnya, mulai dari OSIS hingga kelompok pecinta alam. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sang putri dan nenek menyiapkan keripik Pare dan Ranginangi untuk sarapan. Mereka menyumbangkan jajanan yang mereka jual kepada Heaven’s Dew Foundation.

Ia juga mendapat bantuan Rp 200 ribu per bulan dari UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Provinsi Jawa Tengah untuk biaya sekolah SMK gratis. Putrinya juga mendapat bantuan PIP dari pemerintah dan guru-guru di sekolahnya juga mendapat bantuan dari GNOTA.

Namun gadis ramah ini mengaku penghasilan dari penjualan keripik karela dan ranginang tidak mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari keluarganya yang beranggotakan 5 orang. Dengan polosnya, ia mengatakan bahwa terkadang ia terpaksa “berhutang” ke penjual sayur.

“Saya jual untuk biaya hidup, saya jual keripik pare, penghasilannya untuk hidup sehari-hari, ibu sudah meninggal, saat ayah tidak tahu harus kemana, tinggal bersama dua paman, adik sepupu dan (mbah) ) Ya, Nenek, semoga semuanya berjalan baik, kata sang putri.

Putri Salsabilla ini mengaku sudah terbiasa makan nasi dan sayur seperlunya saja, tanpa lauk pauk. Semua ini dilakukan tanpa mengeluh atau menyalahkan siapa pun dalam situasi keluarga. Kisah Siswi SMKN yang Harus Mencari Nafkah Dan Merawat 2 Pamannya yang Lumpuh

Mulai dari mencari rujukan di puskesmas hingga berobat ke rumah sakit, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Di usianya yang masih muda, ia harus menghadapi kesulitan hidup. Saat ia berusia 2,5 tahun, ibunya Katur Noor Fidiana meninggal. Sementara itu, ayah kandungnya meninggalkan keluarga sebelum dia lahir.

Hal terpenting bagi putri saya saat ini adalah dia bisa menyelesaikan sekolah dan segera mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarga. Jika memungkinkan, gadis beralamat di Dusun Krajan, Desa Tegalkuning, Kecamatan Banyurip ini berharap bisa mendapatkan pekerjaan di Purvorejo agar tetap bisa menjaga nenek, dua paman, dan seorang adik sepupunya.

Laporan Eddie Suryana (tvOne) Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Lebih dari 11.000 petugas polisi melindungi tempat pemungutan suara di ibu kota dan daerah sekitarnya. Polda Metro Jaya akan menggelar aksi demonstrasi memeriksa petugas BKO demi keamanan TPS. Corner Prophets 30 Januari 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %