Google Putus Kontrak dengan Perusahaan Data AI Australia yang Melatih Bard

0 0

Selamat datang Corner Prophets di Portal Ini!

Read Time:2 Minute, 9 Second

Corner Prophets, Jakarta – Google memutuskan kontraknya dengan perusahaan data asal Australia, Appen, yang terlibat dalam pelatihan kecerdasan buatan atau model bahasa Generative AI di Bard. Google Putus Kontrak dengan Perusahaan Data AI Australia yang Melatih Bard

Kemitraan Google dengan Appen telah dihentikan dengan tujuan mengevaluasi dan mereformasi kemitraan dengan Alphabet. Juru bicara Google Courtenay Mencini mengatakan langkah mengakhiri kemitraan ini adalah bagian dari memastikan operasi rantai pasokan Google lebih efisien.

Dalam penilaian Google, ini berarti tidak ada dampak pada model pembelajaran bahasa AI Generatif milik Google Bard. Karena Google mengatakan bahwa banyak perusahaan mengerjakan proyek yang berbeda.

“Keputusan kami untuk mengakhiri kontrak dibuat sebagai bagian dari proses yang sedang berlangsung untuk meninjau dan menyesuaikan pemasok kami di seluruh Alphabet,” kata Mencini dalam pernyataannya seperti dilansir The Verge, Kamis, 25 Januari 2024. Xiaomi Dikabarkan Garap Ponsel Lipat Baru, Sudah Dapat Sertifikasi di Cina

Kini, Appen mengaku tidak mengetahui alasan Google membatalkan perjanjian kemitraan tersebut. Di sisi lain, Appen juga mengalami kendala lain yakni beberapa karyawannya menuntut kenaikan gaji.

Fast Company mengetahui bahwa pekerja Appen yang tergabung dalam Serikat Pekerja Alfabet telah meminta Appen untuk menaikkan gaji mereka dari setara $10, atau R157,000 per jam, menjadi $15, atau R235,000.

Appen bukanlah orang baru dalam bidang pelatihan pemodelan AI karena perusahaan data ini telah bermitra dengan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan Amazon. Namun tampaknya kesepakatan Appen dengan Google akan berdampak signifikan pada sektor keuangan.

Google yakin kesepakatan itu dapat berlanjut karena, menurut Mencini, Google telah mempermudah transisi untuk bergabung dengan Appen. Namun pada akhirnya, kesepakatan bersama harus diakhiri demi kelangsungan kedua organisasi ini.

Selalu up to date dengan informasi terkini. Dengarkan berita dan berita pilihan dari Corner Prophets di saluran Telegram “Corner Prophets Update”. Untuk masuk, klik https://t.me/tempodotcoupdate. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram.

Apple telah merilis kecerdasan buatan atau teknologi barunya untuk mengedit foto. Baca selengkapnya

Meta akan melampirkan nama pada semua konten yang dipublikasikan di layanan Facebook, Instagram, dan Threads. Baca selengkapnya

Google kecewa karena sistem pembayaran Play Store disebut monopoli oleh KPPU. Baca selengkapnya

Pemerintah Indonesia dan Tiongkok meningkatkan kerja sama di bidang kecerdasan buatan. Baca selengkapnya

KPPU menilai ada dua monopoli teknologi, PT Shopee International Indonesia dan PT Google Indonesia. Baca selengkapnya

Tahun ini SIC membuka kesempatan bagi siswa madrasah untuk melanjutkan ke kelas 5. Baca selengkapnya

Kronologinya dimulai dari pekerja keuangan yang diundang ke konferensi video yang memperlihatkan beberapa pejabat perusahaan, semuanya deepfake. Baca selengkapnya Google Putus Kontrak dengan Perusahaan Data AI Australia yang Melatih Bard

Google Maps menggunakan kecerdasan buatan untuk menentukan lokasi berdasarkan permintaan pengguna. Dapat digunakan untuk kata-kata yang ambigu. Baca selengkapnya

Pakar teknologi informasi ITB mengatakan pemerintahan baru harus menerapkan digitalisasi dan intelijen secara masif untuk transformasi Indonesia. Baca selengkapnya

Headset Vision Pro VR/AR mungkin merupakan perangkat Apple pertama yang memanfaatkan Teknologi Anonimisasi Deep Natural. Baca selengkapnya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %